Logo Yuk Keep Smile
Surabaya - Tayangan YKS (Yuk Kita Smile) sebuah tayangan hiburan di TV mendapatkan
perlawanan keras dari berbagai kalangan. Ada yang dari kalangan anggota
DPR, ada pula dari KPAI. Masyarakat juga banyak yang menyatakan bahwa
YKS merupakan program televisi yang tidak mendidik.
Menurut anggota Komisi I (penyiaran) DPR, Tjahjo Kumolo, salah satu
adegan dalam goyang oplosan yang ada di tayangan YKS mengarah ke
pornografi. Politikus itu berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
memberi peringatan terhadap stasiun televisinya (MerdekaCom,
30/12/2013).
Beberapa orang juga menandatangani petisi yang meminta YKS dihentikan
tayangnya. Mereka kebanyakan keberatan dengan tayangan itu yang tidak
mendidik, tidak bermutu, dan goyangan oplosan dianggap merusak moral
anak-anak.
Sampai sejauh ini KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang berwenang untuk
mengawasi, memberikan peringatan, bahkan menghentikan sebuah tayangan di
televisi belum menentukan sikap.
Pada prinsipnya keberatan sebagian masyarakat terhadap ada dua hal:
tayangan itu dianggap tidak bermutu atau tidak mendidik dan goyangan
oplosan yang dianggap porno.
Tulisan ini mengajak pembaca untuk tidak buru-buru berburuk sangka apa
lagi sampai pada simpulan bahwa tayangan itu harus dihentikan. Mengapa?
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menilai tayangan itu
perlu dihentikan di bawah ini mungkin perlu dikedepankan.
Pertama, sebuah tayangan TV tidak harus dihentikan hanya karena “tidak
bermutu.” Tidak bermutu merupakan hasil pemikiran yang subjektif kalau
itu dilekatkan pada sebuah program televisi. Mungkin ada pihak yang
dapat membutiri indikator-indikator seperti apa tayangan yang bermutu
itu. Tetapi, pihak produser juga memiliki kriteria sendiri tayangan
seperti apa yang dianggapnya bermutu. Baru bila sebuah tayangan merusak
atau melanggar norma negara, tayangan itu harus dihentikan.
Kedua, YKS adalah program TV yang melibatkan banyak orang yang juga
berarti sumber nafkahnya. Artis-artis utama dan kru-kru pendukung
produksi tak terbilang banyaknya. Sebagian dari mereka adalah berasal
dari strata sosial-ekonomi menengah bawah.
Olga Syahputra, Caisar, Soimah, Deni, Wendi adalah sekadar contoh.
Mereka representasi orang-orang dari strata sosial yang tidak tinggi.
Mereka berjuang dengan gigih dan sering jatuh bangun. Usaha-usaha mereka
menginspirasi banyak orang. Orang disadarkan betapa tidak mudah untuk
meraih kesuksesan.
Kini mereka mulai menikmati perjuangannya untuk memperbaiki kondisi
dirinya dan keluarganya. Jika tiba-tiba acara YKS dihentikan, maka pihak
yang menghentikan dirasakan tidak fair.
Di acara itu juga sering diberikan hadiah untuk penonton dalam lomba
joget. Di antara penonton yang mendapat hadiah itu sebagian juga dari
kalangan tidak mampu. Hadiah yang mereka terima ada yang akan digunakan
untuk membeli obat yang selama ini tidak mampu dibelinya.
YKS adalah tayangan yang memelopori aktivitas para kru teknis sebagai
bagian dari shoot kamera ketika acara sedang berlangsung. Selama ini
mereka dianggap orang-orang di belakang layar untuk sebuah acara di
televisi. Para penonton tidak kenal sama sekali karena wajahnya tidak
pernah ditampilkan di layar TV pada program yang mereka juga turut
membuatnya. Sekarang dengan adanya YKS mereka dinaikkan derajatnya
dengan seringnya melibatkan mereka dengan goyangan-goyangannya, diundang
ke panggung utama, dilibatkan dalam kuis, dsb.
Ketiga, YKS adalah acara yang menarik bagi jutaan orang penontonnya.
Mungkin jumlah penggemarnya jauh lebih banyak daripada penentangnya.
Tidak adil kiranya bila tayangan televisi yang penggemarnya
berpuluh-puluh juta (terlihat dari jam tayang prime time) dihentikan
oleh kelompok minoritas.
Keempat, format YKS adalah hiburan, bukan pendidikan. Sehingga, tidak
layak orang menghakimi tayangan hiburan harus bermuatan pendidikan.
Idealnya memang demikian. Tetapi dalam praktik hal itu sulit diwujudkan
karena biayanya mahal, waktu pembuatannya memerlukan waktu lama,
melibatkan banyak ahli, memerlukan properti yang canggih (walaupun tidak
harus). Mana ada tayangan TV di Indonesia yang berkonten hiburan tetapi
mendidik sekaligus mengundang minat puluhan juta penonton?
Kelima, harus dipisahkan antara YKS secara keseluruhan yang isi tiap
episodenya beragam dan goyang oplosan yang banyak dikecam itu. Konten
YKS sering mengundang orang-orang yang memiliki kredibilitas bagus di
masyarakat, misalnya petinju Chris John, ustad Maulana, olahragawan
panco. Tidak proporsional kiranya sebuah acara dihentikan hanya karena
salah satu komponen dianggap tidak sempurna.
Goyang oplosan yang dianggap porno, vulgar, menjurus ke aktivitas
seksual, dan merusak mental anak-anak, sebenarnya merupakan persepsi
pada sebagian orang. Sementara orang-orang lainnya memiliki persepsi
yang berbeda. Mereka menganggap goyang oplosan merupakan tarian yang
kocak dan menghibur. Salah seorang komentator di sebuah berita online
mengatakan, goyang oplosan vulgar atau tidak tergantung pada apakah
pikiran kita jorok atau bersih.
Orang yang mengatakan goyang oplosan merusak moral anak-anak terasa
berlebihan dan tanpa bukti. Di belahan dunia lain tidak pernah terdengar
ada penelitian yang menyebutkan terdapat kerusakan moral pada anak-anak
hanya karena mereka meniru tari-tarian orang dewasa.
Keenam, jika YKS harus dihentikan maka banyak tayangan lainnya juga
harus dihentikan kalau ukurannya tidak mendidik dan tidak bermutu.
Banyak sekali tayangan yang tidak mendidik dari berbagai format.
Acara ILC yang dihadiri tokoh-tokoh nasional pun sebetulnya sering ada
episodenya yang tidak mendidik. Debat kusir antara Ruhut Sitompul dan
Gayus Lumbun merupakan perdebatan yang memalukan. Beberapa perdebatan
yang justru dilakukan oleh para tokoh politik
nasional lainnya juga tidak bermutu dan tidak mendidik. Berita-berita
banyak yang berisi perkelahian, perampokan, pembunuhan, korupsi,
pembohongan publik juga tidak bermutu. Infotainment, debat publik,
sinetron, dunia hantu, juga banyak yang tidak bermutu. Apakah itu semua
juga harus ditutup?
Ketujuh, goyang Caisar adalah goyang atau salah satu tarian fenomenal
hasil kreativitas dan banyak disukai di seluruh Indonesia. Kreativitas
perlu dihargai meskipun “hanya” berupa tarian kalau masyarakat ini mau
menciptakan masyarakat kreatif. Jangan karena seseorang tidak suka
karena seleranya berbeda lalu berhak menghakimi sebuah karya sebagai
tidak bermutu.
Caisar yang dikenal sebagai ikon goyang Caisar adalah seorang pemuda
lugu dan pendiam yang dulu tukang membawakan koper, menjadi sopir
pribadi, dan membantu banyak hal dari komedian Yadi Sembako. Kini
setelah ia terkenal bahkan melebihi mantan “majikannya” banyak yang
mengatakan, sifatnya tetap rendah hati, ia masih mau membawakan koper
milik Yadi Sembako. Bukankah ini juga aspek mendidik melalui praktik?
Terdapat kecenderungan yang menyedihkan dalam mengemukakan pendapat pada
era sekarang ini. Orang dengan mudah menyalahkan orang lain, menghujat,
menghakimi, membunuh karakter orang lain karena berbeda pendapat. Sifat
bijak hampir sirna di hati orang tersebut. Merasa benar sendiri adalah
segalanya. Orang lain dianggap salah bila berbeda pendapat dengannya.
Dalam konteks tayangan YKS, bila terjadi kekurangan sebaiknya dinilai
secara arif, mempertimbangkan berbagai aspek, menunjukkan apa yang
sebaiknya diperbaiki baru kemudian disampaikan kepada pihak yang tepat
dengan cara yang tepat.
Biarlah YKS menjadi hiburan bagi sebagian dari sekelompok masyarakat
yang sesuai dengan seleranya. Biarlah acara itu menjadi ajang
berekspresi bagi mereka. Biarlah mereka menikmati hiburan dari program
yang disukainya sekalipun bagi kita acara itu sangat membosankan. Bila
kita sedang jengah melihat sebuah tayangan Trans TV yang kita anggap
tidak sesuai dengan selera kita, kita bisa pindah saluran ke Alif TV,
TVRI, Kompas TV, atau stasiun TV lainnya. Begitu pun sebaliknya.
Sumber :detikforum.com
Catatan : Tulisan ini berstatus NO SARA.
memang bagusnya acara2 merusak dihapuskan dan dilarang utk tampil lagi...
BalasHapusmaka akan lebih baik kalau diganti tv-tv di rumah hanya menampilakan tv islami yang jauh lebih baik...
ada banyak jasa pasang parabola yang sekarang menawarkan tv islami... beberapa di antaranya berisi channel makkah dan madinah