Tampilkan postingan dengan label Trans TV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trans TV. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2014

Trans Corp Surabaya, Kapan Tampilan Baru Hadir?

                                                         Logo Baru Trans TV & Trans 7 saat ini.

SEJAK 15 Desember kemarin, tampilan logo TransTV diganti. Dari yang tadinya huruf T-nya seperti panah yang menghadap ke atas dan V-nya berada di bawah tulisan Trans yang persis di tengah, menjadi tulisan TransTV yang datar saja. Kalaulah ada ciri khas sebagai milik Chaerul Tanjung (CT), adalah huruf A yang dibikin sedemikian rupa. Huruf A yang sama pula yang ada pada Trans|7. Namun secara tampilan, di Trans|7 seperti tidak jauh beda dari logo lama.

Tetapi saat tayangan adzan maghrib tiba, untuk wilayah Surabaya, tampilan logo TransTV masih memakai logo lama. Begitu juga saat siaran lokal Surabaya di pagi buta. Tadi, (tidak biasa sebenarnya saya pagi-pagi nonton televisi) saya mendapati logo lama TransTV ada di sudut kanan atas layar kaca.  Sebagaimana tayangan berjuluk lokal  lainnya, tayangan itu sebenarnya adalah tayangan nasional cuma kebetulan lokasinya saja yang di Jawa Timur. Judul acaranya saja yang dibikin Pesona Jawa Timur. Hal yang sama pernah pula dilakukan oleh si adik; Trans|7.  Pada tayangan lokal, ia mengangkat tema si Bolang maupun lain lain asal Jatim. Jadi, tayangan lokal, sepertiya, dilaksanakan tidak sepenuh hati. 

Buktinya, semua diletakkan di jam siar pagi, saat mana tak terlalu banyak orang yang menonton televisi alias pukul 03:30 WIB (untuk Trans TV) dan pukul 04:00 WIB (untuk Trans 7).

Kekurang seriusan dalam menggarap konten lokal, kalau mau, tentu bisa dicari lagi. Jangankan sebagai isi, sebagai promo program (karena iklan terbilang sepi) pun seperti kurang diperhatikan. Pagi tadi itu, misalnya. Saya dapati di sela acara, ada promo program tentang acara Sinden Gosip yang tayang saban Rabu atau Sabtu  jam 19.00. Itu jelas keterlaluan. Bukankah acara di jam itu, sekarang ini, sudah habis dibabat oleh kehadiran YKS yang punya ‘lagu dan goyang kebangsaan’ Oplosan?

Tidak itu saja, promo program tentang acara Harmoni Alam yang tayang tiap Minggu pagi dengan host Haryo Pramoe; acara itu juga (kalau tidak salah) sudah lama hilang dari TransTV? Kenapa hal kecil ini bisa terjadi? Apakah sulit berkoordinasi antara kru lokal dengan awak markas besar di Kapten Tendean sana? 

Sumber: www.sisitelevisi.wordpress.com dengan perubahan seperlunya.

Dari kejadian yang ditulis oleh sisitelevisi.wordpress.com ini , memang benar logo Trans TV & Trans 7 di siaran lokal Surabaya belum menggunakkan logo baru. Padahal usia logo baru tersebut telah 2 bulan.

Saya masih ingat benar logo ini. Usia logonya berumur 2 bulan dan langsung dipakai sesaat setelah peluncuran logo baru dalam acara "12 TRANS Untuk Indonesia". Menurut kata Wikipedia bahasa Indonesia dan pembaca blog ini dari Bandung mengatakan, logo baru Trans TV & Trans 7 juga sudah dipakai di siaran lokal Bandung mulai 6 Januari 2014.

Bagaimana isinya? Menurut pikiran saya, nama acara lokal tetap bernama belakang provinsi. Seperti di Trans TV Surabaya yang namanya "Pesona Jawa Timur". Sedangkan di Trans 7 Surabaya bernama "Warna Jawa Timur". Kedua program ini hadir Senin - Jum'at sebelum kedua stasiun televisi di Jakarta mengudara. Ditayangkan 30 menit.

Sedangkan di iklan , Trans Corp daerah pasti menayangkan iklan program. Saya memang sering jengkel, terkait masalah tersebut ketika bangun tidur pukul 03:30 WIB. Kelihatannya iklan program baik itu Trans TV Surabaya dan Trans 7 Surabaya, hanya berdasarkan episode dan tahun penayangan di Jakarta.

Contoh ketika Trans TV Surabaya menayangkan program "Pesona Jawa Timur" edisi episode tahun 2010 atau 2011, iklannya disesuaikan. Di saat saat itu, Trans TV terkenal dengan program Termehek - Mehek , Online, Kejar Tayang, dsb. Dan desain iklannya ? Biasa saja bagi saya untuk desain iklan program karena saat itu di ending ada logo lama Trans TV yang kecil di kanannya.

Lalu untuk "Warna Jawa Timur" di Trans 7 Surabaya saya sering menganggap ada 2 pecahan. Pertama yang tahun 2010, dan ketika acara ini berlangsung tak ada klasifikasi acara di pojok kanan bawah. Kedua ada yang tahun 2012, dan saat itu Trans 7 Nasional telah memiliki klasifikasi acara di pojok kanan bawah layar televisi. Bahkan saat acara ini tayang ("Warna Jawa Timur" edisi 2012) klasifikasi tersebut ikut terlihat.

Iklan program di acara "Warna Jawa Timur" juga disesuaikan dengan tahun penayangannya. Untuk edisi 2010, sering sekali muncul iklan program seperti Opera Anak , On The Spot Musik , dll. Bahkan di iklan tersebut tertulis "Selama Bulan Ramadhan" seperti Kuas Ajaib dan Jejak Petualang. Saya menebak episode itu ditayangkan pertama kali oleh Trans 7 Nasional saat bulan suci Ramadhan 2010. Iklan tersebut benar benar aneh.

Yang di tahun 2012, berbeda dengan 2010. Mengapa demikian? Karena di tahun tersebut, tulisan dari program Trans 7 tidak ada tulisan "Selama Bulan Ramadhan". Selain itu, ada pula iklan program acara Trans 7 Nasional yang ditayangkan sejak 2012 dan masih bertahan hingga sekarang. Tau Gak Sih , Orang Pinggiran , dan Brownis umpamanya. Iklan tersebut juga muncul kadang kadang di tengah program "Warna Jawa Timur" edisi 2012.

Sayang sekali, Trans TV Surabaya dan Trans 7 Surabaya belum mengganti total tampilannya. Mulai logo on air hingga alat perekam iklan program dan acara yang kebetulan tayang di Jawa Timur secara nasional, kelihatannya tidak dihiraukan. Padahal, tadi pagi acara "Wisata Kuliner" di Trans TV yang episodenya ada di Malang , Pasuruan , Sidoarjo , dan Surabaya (mungkin) tidak direkam.

Dua atau satu minggu yang lalu, saya melihat ada program Ala Chef dan Woww (Wendy Omesh Walking Walking) yang berada di Jawa Timur, juga tidak direkam dan belum ditayangkan. Apakah yang dialami oleh keluarga besar Trans Corp biro Surabaya saat ini? Atau menunggu hingga ada program Trans Corp biro Surabaya yang di Jawa Timur secara nasional, berkumpul banyak seperti tahun 2010? Kita tunggu saja.

Bila anda yang mendapatkan siaran Trans TV atau Trans 7 di suatu daerah mengudara dengan logo lama atau logo baru laporkan saja. Bila perlu, tunjukkan capturenya sebagai bukti. Kalau tidak bisa, tidak apa apa. Karyawan Trans Corp biro Surabaya juga perlu curhat dengan saya terkait masalah ini dan jelaskan.

Minggu, 12 Januari 2014

Acara YKS Terancam Hilang Di Trans TV

                                                   Logo Yuk Keep Smile

Surabaya - Tayangan YKS (Yuk Kita Smile) sebuah tayangan hiburan di TV mendapatkan perlawanan keras dari berbagai kalangan. Ada yang dari kalangan anggota DPR, ada pula dari KPAI. Masyarakat juga banyak yang menyatakan bahwa YKS merupakan program televisi yang tidak mendidik.

Menurut anggota Komisi I (penyiaran) DPR, Tjahjo Kumolo, salah satu adegan dalam goyang oplosan yang ada di tayangan YKS mengarah ke pornografi. Politikus itu berharap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi peringatan terhadap stasiun televisinya (MerdekaCom, 30/12/2013).

Beberapa orang juga menandatangani petisi yang meminta YKS dihentikan tayangnya. Mereka kebanyakan keberatan dengan tayangan itu yang tidak mendidik, tidak bermutu, dan goyangan oplosan dianggap merusak moral anak-anak.

Sampai sejauh ini KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) yang berwenang untuk mengawasi, memberikan peringatan, bahkan menghentikan sebuah tayangan di televisi belum menentukan sikap.

Pada prinsipnya keberatan sebagian masyarakat terhadap ada dua hal: tayangan itu dianggap tidak bermutu atau tidak mendidik dan goyangan oplosan yang dianggap porno.

Tulisan ini mengajak pembaca untuk tidak buru-buru berburuk sangka apa lagi sampai pada simpulan bahwa tayangan itu harus dihentikan. Mengapa? Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menilai tayangan itu perlu dihentikan di bawah ini mungkin perlu dikedepankan.

Pertama, sebuah tayangan TV tidak harus dihentikan hanya karena “tidak bermutu.” Tidak bermutu merupakan hasil pemikiran yang subjektif kalau itu dilekatkan pada sebuah program televisi. Mungkin ada pihak yang dapat membutiri indikator-indikator seperti apa tayangan yang bermutu itu. Tetapi, pihak produser juga memiliki kriteria sendiri tayangan seperti apa yang dianggapnya bermutu. Baru bila sebuah tayangan merusak atau melanggar norma negara, tayangan itu harus dihentikan.

Kedua, YKS adalah program TV yang melibatkan banyak orang yang juga berarti sumber nafkahnya. Artis-artis utama dan kru-kru pendukung produksi tak terbilang banyaknya. Sebagian dari mereka adalah berasal dari strata sosial-ekonomi menengah bawah.

Olga Syahputra, Caisar, Soimah, Deni, Wendi adalah sekadar contoh. Mereka representasi orang-orang dari strata sosial yang tidak tinggi. Mereka berjuang dengan gigih dan sering jatuh bangun. Usaha-usaha mereka menginspirasi banyak orang. Orang disadarkan betapa tidak mudah untuk meraih kesuksesan.

Kini mereka mulai menikmati perjuangannya untuk memperbaiki kondisi dirinya dan keluarganya. Jika tiba-tiba acara YKS dihentikan, maka pihak yang menghentikan dirasakan tidak fair.

Di acara itu juga sering diberikan hadiah untuk penonton dalam lomba joget. Di antara penonton yang mendapat hadiah itu sebagian juga dari kalangan tidak mampu. Hadiah yang mereka terima ada yang akan digunakan untuk membeli obat yang selama ini tidak mampu dibelinya.

YKS adalah tayangan yang memelopori aktivitas para kru teknis sebagai bagian dari shoot kamera ketika acara sedang berlangsung. Selama ini mereka dianggap orang-orang di belakang layar untuk sebuah acara di televisi. Para penonton tidak kenal sama sekali karena wajahnya tidak pernah ditampilkan di layar TV pada program yang mereka juga turut membuatnya. Sekarang dengan adanya YKS mereka dinaikkan derajatnya dengan seringnya melibatkan mereka dengan goyangan-goyangannya, diundang ke panggung utama, dilibatkan dalam kuis, dsb.

Ketiga, YKS adalah acara yang menarik bagi jutaan orang penontonnya. Mungkin jumlah penggemarnya jauh lebih banyak daripada penentangnya. Tidak adil kiranya bila tayangan televisi yang penggemarnya berpuluh-puluh juta (terlihat dari jam tayang prime time) dihentikan oleh kelompok minoritas.

Keempat, format YKS adalah hiburan, bukan pendidikan. Sehingga, tidak layak orang menghakimi tayangan hiburan harus bermuatan pendidikan. Idealnya memang demikian. Tetapi dalam praktik hal itu sulit diwujudkan karena biayanya mahal, waktu pembuatannya memerlukan waktu lama, melibatkan banyak ahli, memerlukan properti yang canggih (walaupun tidak harus). Mana ada tayangan TV di Indonesia yang berkonten hiburan tetapi mendidik sekaligus mengundang minat puluhan juta penonton?

Kelima, harus dipisahkan antara YKS secara keseluruhan yang isi tiap episodenya beragam dan goyang oplosan yang banyak dikecam itu. Konten YKS sering mengundang orang-orang yang memiliki kredibilitas bagus di masyarakat, misalnya petinju Chris John, ustad Maulana, olahragawan panco. Tidak proporsional kiranya sebuah acara dihentikan hanya karena salah satu komponen dianggap tidak sempurna.

Goyang oplosan yang dianggap porno, vulgar, menjurus ke aktivitas seksual, dan merusak mental anak-anak, sebenarnya merupakan persepsi pada sebagian orang. Sementara orang-orang lainnya memiliki persepsi yang berbeda. Mereka menganggap goyang oplosan merupakan tarian yang kocak dan menghibur. Salah seorang komentator di sebuah berita online mengatakan, goyang oplosan vulgar atau tidak tergantung pada apakah pikiran kita jorok atau bersih.

Orang yang mengatakan goyang oplosan merusak moral anak-anak terasa berlebihan dan tanpa bukti. Di belahan dunia lain tidak pernah terdengar ada penelitian yang menyebutkan terdapat kerusakan moral pada anak-anak hanya karena mereka meniru tari-tarian orang dewasa.

Keenam, jika YKS harus dihentikan maka banyak tayangan lainnya juga harus dihentikan kalau ukurannya tidak mendidik dan tidak bermutu. Banyak sekali tayangan yang tidak mendidik dari berbagai format.

Acara ILC yang dihadiri tokoh-tokoh nasional pun sebetulnya sering ada episodenya yang tidak mendidik. Debat kusir antara Ruhut Sitompul dan Gayus Lumbun merupakan perdebatan yang memalukan. Beberapa perdebatan yang justru dilakukan oleh para tokoh politik nasional lainnya juga tidak bermutu dan tidak mendidik. Berita-berita banyak yang berisi perkelahian, perampokan, pembunuhan, korupsi, pembohongan publik juga tidak bermutu. Infotainment, debat publik, sinetron, dunia hantu, juga banyak yang tidak bermutu. Apakah itu semua juga harus ditutup?

Ketujuh, goyang Caisar adalah goyang atau salah satu tarian fenomenal hasil kreativitas dan banyak disukai di seluruh Indonesia. Kreativitas perlu dihargai meskipun “hanya” berupa tarian kalau masyarakat ini mau menciptakan masyarakat kreatif. Jangan karena seseorang tidak suka karena seleranya berbeda lalu berhak menghakimi sebuah karya sebagai tidak bermutu.

Caisar yang dikenal sebagai ikon goyang Caisar adalah seorang pemuda lugu dan pendiam yang dulu tukang membawakan koper, menjadi sopir pribadi, dan membantu banyak hal dari komedian Yadi Sembako. Kini setelah ia terkenal bahkan melebihi mantan “majikannya” banyak yang mengatakan, sifatnya tetap rendah hati, ia masih mau membawakan koper milik Yadi Sembako. Bukankah ini juga aspek mendidik melalui praktik?

Terdapat kecenderungan yang menyedihkan dalam mengemukakan pendapat pada era sekarang ini. Orang dengan mudah menyalahkan orang lain, menghujat, menghakimi, membunuh karakter orang lain karena berbeda pendapat. Sifat bijak hampir sirna di hati orang tersebut. Merasa benar sendiri adalah segalanya. Orang lain dianggap salah bila berbeda pendapat dengannya.

Dalam konteks tayangan YKS, bila terjadi kekurangan sebaiknya dinilai secara arif, mempertimbangkan berbagai aspek, menunjukkan apa yang sebaiknya diperbaiki baru kemudian disampaikan kepada pihak yang tepat dengan cara yang tepat.

Biarlah YKS menjadi hiburan bagi sebagian dari sekelompok masyarakat yang sesuai dengan seleranya. Biarlah acara itu menjadi ajang berekspresi bagi mereka. Biarlah mereka menikmati hiburan dari program yang disukainya sekalipun bagi kita acara itu sangat membosankan. Bila kita sedang jengah melihat sebuah tayangan Trans TV yang kita anggap tidak sesuai dengan selera kita, kita bisa pindah saluran ke Alif TV, TVRI, Kompas TV, atau stasiun TV lainnya. Begitu pun sebaliknya.


Sumber :detikforum.com


Catatan : Tulisan ini berstatus NO SARA.

Senin, 30 Desember 2013

Perubahan Koki Muncul Di Ala Chef Trans TV

                                                   Koki Baru Ala Chef Trans TV, Pengganti Farah Quinn

Jakarta - Farah Quinn tampaknya sudah tak akan bisa ditonton lagi dalam acara Ala Chef Trans TV. Farah kini digantikan oleh Chef Priscil, perempuan yang tak kalah seksi.

Mulai Juli lalu, Priscil mengaku didapuk untuk meneruskan kesuksesan Farah. Hal itu pun menjadi tantangan bagi Priscil.

"Pertamanya nggak enak, takutnya disamain sama Farah. Tapi aku punya cara sendiri untuk ngajak orang memasak," katanya usai mengisi 'Show Imah' di Gedung Trans TV, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2013).

Priscil pun mengaku tak mau disamakan dengan Farah. Ia juga berharap tak dibanding-bandingkan dengan pendahulunya itu.

"Jelas berbeda, jadi saya nggak mau dibandingkan sama Farah," tuturnya.

Chef Priscil sejak Juli lalu menggantikan Farah Quinn dalam acara Ala Chef Trans TV. Priscil mengaku tak terbebani kesuksesan Farah.

Priscil memang dibayang-bayangi kesuksesan Farah membawakan acara tersebut. Tapi menurutnya, hingga saat ini ia hanya ingin menikmati pekerjaannya saja.

"Saya mau jadi diri sendiri, kalau itu kan pendapat orang dan saya cuma pengen ajak masyarakat melihat acara saya sambil bisa share ke orang," katanya usai mengisi 'Show Imah' di Gedung Trans TV, Jl Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2013).

Memiliki paras cantik, Priscil mengaku sering mendapat tawaran untuk main sinetron. Tapi ia mengaku, menjadi seorang chef adalah kegemarannya.

"Aku bukan di situ passionnya. Saya nggak mau jadi artis, saya maunya ajak orang masak karena saya suka masak dan makan. Kalau ada orang yang kamu sayang terus masakin, pasti bikin happy," ujarnya.

Sumber: detik.com

Kamis, 26 Desember 2013

Jadwal Acara TRANS TV & TRANS 7 : Kamis, 26 Desember 2013

Kamis, 26 Desember 2013
  • 04:00 Mata Dunia
  • 04:30 Reportase Pagi
  • 05:30 Islam Itu Indah
  • 06:30 Insert Pagi 
  • 07:30 BEST OF YKS ROADSHOW Jakarta
  • 11:00 Insert Siang
  • 12:00 Bioskop Indonesia
  • 14:00 Sketsa
  • 14:45 Reportase Sore
  • 15:15 Show_Imah
  • 16:15 Bioskop Road to 2014
  • 18:15 Oh Ternyata
  • 19:30 Yuk Keep Smile
  • 22:30 Bioskop Trans TV
  • 00:30 Harta Tahta Wanita
  • 01:00 Reportase Malam
  • 01:30 Petualangan Ki Joko Bodo
  • 02:00 Sign Off


Kamis, 26 Desember 2013

  • 05:00 Sport 7
  • 05:30 Khazanah
  • 06:00 Ragam Indonesia
  • 06:30 Redaksi Pagi
  • 07:30 Selebrita Pagi
  • 08:30 Theater Indonesia
  • 10:00 OVJ Awards 2013
  • 11:30 Redaksi Siang
  • 12:00 Selebrita Siang
  • 13:00 Laptop Si Unyil
  • 13:30 Si Bolang
  • 14:00 Theater Indonesia 
  • 14:30 Tahu Gak Sih
  • 16:00 Orang Pinggiran
  • 16:30 Redaksi Sore
  • 17:00 Opera Van Java
  • 19:00 On The Spot
  • 20:00 CCTV
  • 21:00 Hitam Putih
  • 22:00 Bukan 4 Mata
  • 00:00 Masih Dunia Lain
  • 01:00 Sport 7 Malam
  • 01:30 Redaksi Malam
  • 02:00 Sign Off
 Sumber : www.mytrans.com

Catatan: Jika ada yang tinggal diluar Jakarta, Trans TV & Trans 7 menampilkan siaran lokal +- 30 menit, sebelum 2 TV tersebut mengudara pada Senin - Jumat.

Kamis, 19 Desember 2013

Profil Acara : Yuk Keep Smile

                                                     Logo Yuk Keep Smile di TRANS TV.

Yuk Keep Smile (disingkat dengan YKS) adalah acara televisi sketsa komedi, kuis interaktif, dan game show yang ditayangkan oleh stasiun televisi Trans TV. Acara ini mengudara pertama kali pada tanggal 31 Agustus 2013, dan merupakan kelanjutan acara Yuk Kita Sahur, yang sebelumnya ditayangkan sebagai acara sahur pada Ramadhan 2013. Format acara ini adalah pertunjukan musik langsung, komedi situasi, kuis interaktif, talkshow, dan game show, yang dipandu dan diisi oleh beragam artis, dengan menghadirkan bintang tamu berbeda setiap harinya. Tayang setiap hari pada pukul 19.30 sampai 22.30, acara ini terkenal dengan tarian yang dikenal dengan "Joget Caesar" yang diiringi lagu Asik Asik Joss dan Kereta Malam. Selain itu, Kini beberapa Tarian Pun ditambah Seperti Joget Bang Jali Denny Cagur, Goyang Oplosan, Goyang Simalakama.

"YKS yang tadinya 'Yuk Kita Sahur' menjadi 'Yuk Keep Smile' itu karena kita melihat animo masyarakat yang suka dengan acara ini. Jadi kami ingin membuat suatu inovasi baru yah itu tadi 'Yuk Keep Smile (YKS)'," kata produser 'Yuk Keep Smile', Muhammad Yustiana Sandi, saat berbincang dengan merdeka.com di studio satu Trans TV, Kamis (17/10).

Sandi menambahkan, program YKS sendiri ingin menonjolkan sisi yang dapat dinikmati masyarakat dari segi hiburan. Sementara itu, untuk penonton yang datang ke studio Trans TV, penonton yang dianggap kreatif akan mendapatkan hadiah.

"Gak ada sih, bisanya mereka itu menampilkan kreatifitas yah yang belum ada menjadi ada. Contohnya ngebuat bahan dari karton jadinya manusia mobil-mobilan." ujar Sandi saat ditanya apa kriteria dalam menentukan penonton yang mendapatkan hadiah.

Jam tayang 'Yuk Keep Smile' yang semula ditayangkan dua kali dalam seminggu kemudian ditambah menjadi seminggu tujuh kali. Tentunya penambahan jam tayang ini akan berimbas kepada tingkat kebosanan penonton.

Namun, pria yang pernah bergabung dalam program 'Extravaganza' dan 'Show Imah' ini berharap, umur 'Yuk Keep Smile' dapat bertahan lama.

"Yah doain aja yah sampai 5 tahun ke depan dan terus menerus acaranya berlangsung," harapnya.

 Sumber berita: www.merdeka.com.

Logo Baru TRANS TV & TRANS 7

Assalamualaikkum.wr.wb. Mungkin di antara anda yang sering berada di blog ini, saya ucapkan terima kasih sebanyak - banyaknya. Kenapa saya meninggalkan blog ini selama 3 bulan terakhir? Jawabanya adalah banyak pekerjaan di rumah. Nah, baru hari ini saya aktif di blog ini.

                                                  Logo Baru TRANS TV & TRANS 7 sejak 15 Desember 2013

Pada, 15 Desember 2013, tampak ada sesuatu dari dunia TRANS CORP. Ya, Ini adalah logo baru on-air dari TRANS TV & TRANS 7. Bertepatan pesta "12 TRANS Untuk Indonesia", sekitar pukul 21:00 WIB, inilah logo TRANS TV & TRANS 7 dilaunching dari SICC-Sentul, Jakarta.

Saya baru mengetahui logo baru ini, beberapa jam sebelum "12 TRANS Untuk Indonesia". Tepatnya, ketika acara INSERT. Waktu saya melihat di acara tersebut, kebetulan ada 2 orang presenter Insert yang sudah menggunakan seragam TRANS TV dengan logo barunya. Tidak hanya di situ, logo itu juga terlihat di beberapa acara lain di TRANS TV & TRANS 7. Sayangnya, saya tidak mengetahuinya.

Selain logo, terdapat pula penampilan baru. Mulai desain promo program , Station ID , hingga tampilan adzan Subuh/Maghrib dari dua televisi tersebut. Namun, sekitar seminggu sebelum "12 TRANS Untuk Indonesia", logo itu telah masuk ke twitter. Selain itu, ada juga Station ID TRANS TV & TRANS 7 yang baru, sudah di-upload ke Youtube, oleh pihak pembuat logo dan Station ID di 2 TV ini.

      
                                Logo lama TRANS TV & TRANS 7 pada 15 Desember 2001 - 15 Desember 2013.

Sedangkan yang satu ini, hanyalah tinggal kenangan. Mengapa? Karena, logo tersebut dipakai hampir 12 tahun di layar kaca pemirsa. Logo ini memiliki lambang khusus.

TRANS TV = Terinspirasi dari berlian. Kilaunya disebut sebagai kilau refleksi kehidupan dan adat istiadat dari berbagai pelosok Indonesia. Belah ketupat digambarkan sebagai bentuk berlian, dengan bagian atas bisa dibaca sebagai “T” dan yang bawah bisa dibaca sebagai “V”, sehingga jadilah TRANS TV.

TRANS 7 = logo TRANS 7 diambil dari warna batu safir. Persegi empatnya melambangkan ketegasan, karakter yang kuat, serta kepribadian bersahaja yang akrab dan mudah beradaptasi. Namanya sendiri memang perpaduan dari TRANS Corp dan TV7, dengan TRANS sebagai nama perusahaan, garis vertikal yang memisahkan TRANS dan 7, saya tafsirkan sebagai huruf I, Ishadi S.K., dan 7 oleh sebuah blog ditafsirkan sebagai J, Jacob Oetama (logo TV7 dulu ada lingkaran yang dilambangkan sebagai huruf O, membentuk inisial Jacob Oetama).

Secara garis besar, berlian dan batu safir oleh kedua televisi disebut sebagai sesuatu yang tidak akan pernah berakhir. Berlian disebut sebagai lambang keabadian oleh TRANS TV. Sedangkan warna batu safir oleh TRANS 7 dilambangkan sebagai keindahan yang tak lekang oleh waktu.

Sayangnya, ketika TRANS TV & TRANS 7 sedang menayangkan siaran lokal di Surabaya. Logonya masih belum diganti. Bahkan, sejak 5 Desember 2013 lalu, logo siaran lokal TRANS TV di Surabaya dan sekitarnya, berubah agak kecil. Selain itu, nama acara lokal dokumenter TRANS TV berubah nama. Dari nama "Pesona Jawa Timur" menjadi "Pesona Surabaya". Tetapi, isinya adalah rekaman dokumenter yang pernah dijadikan acara TRANS TV. Terlihat dari acara yang sedang ditayangkan. Contoh "Koper & Ransel". Di acara "Pesona Surabaya", logo acara yang direrun diburamkan.

Selain itu, promo program di siaran lokal TRANS TV Surabaya juga berganti. Dari awalnya promo program jadul (jaman dahulu) 2010, kini menjadi promo program TRANS TV 2013. Yang saya lihat waktu itu, Ada yang Mozaik Islam , Sketsa , Bagi - bagi Berkah , Sering Dibilang Gitu Sih , dan Ceriwis.

Semoga dalam waktu dekat, logo TRANS TV & TRANS 7 di Surabaya bisa berubah seperti di Jakarta. Terima kasih dan Wassalamualaikum.wr.wb.

Minggu, 22 September 2013

Cerita dari Genset Yang Terbakar Dari TRANS CORP

Mungkin diantara anda, masih ingat dengan kejadian kebakaran di TRANS CORP pada 2012 lalu? Jika ingat, saya ceritakan peristiwa ini di blog seputartv.blogspot. Berikut merupakan cerita kebakaran genset di TRANS CORP.

Apa teman-teman salah satu penggemar acara di chanel Trans Corp?? Untuk beberapa saat sebaiknya teman-teman harus bersabar karena chanel dari Trans Corp yakni Trans TV dan Trans7 tidak akan beroperasi. Hal ini disebabkan karena satu genset di Gedung Trans Corp di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Ahad (13/5/2012) sore terbakar. Sedikitnya 13 unit mobil pemadam diterjunkan ke gedung kantor milik stasiun TV swasta itu. Api sudah bisa dijinakkan, sebagian tim pemadam kebakaran masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Sebagian aliran listrik ke gedung juga dipadamkan oleh petugas Perusahaan Listrik negara (PLN), guna mengantisipasi kebakaran susulan

Trans TV dan Trans7 adalah dua stasiun televisi swasta yang dimiliki pengusaha Chairul Tanjung. Selain televisi, Ketua Komite Ekonomi Nasional ini juga menjadi pemilik saham media dari detik.com. Kini konglomerasi di bawah Chairul Tanjung bernama CT Corp yang terdiri dari tiga perusahaan sub-holding yakni Mega Corp, Trans Corp, CT Global Resources dengan anak usahanya yang meliputi finansial, media, retail, gaya hidup, hiburan, dan pengeloaan sumber daya alam.

Di daerah Lombok tayangan Trans TV menayangkan acara yang sudah lama dan itupun hanya merupakan tayangan promo dengan sebutan "X-Ordinary" tanpa henti. Sedangkan acara Trans7 tidak ada gambar sama sekali. Ini terjadi dari tadi sore sekitar jam 17.00 yang lalu. Semoga saja tayangan dari Trans Corp cepat mengudara kembali.

Itu merupakan kejadian pertama yang menimpa kantor pertelevisian di dunia. Catatan ini bersumber dari  mixedfreshinfo.blogspot.com. Dan itu menimpa detik.com juga.

Untung saja, yang terbakar cuma gensetnya saja dan kita bisa melihat film bagus di TRANS TV maupun TRANS 7 lagi. Seandainya yang terbakar itu kantornya dan banyak yang dilalap sebuah api, kita sedih karena siarannya sudah tamat.

Namun dari cerita ini, disimpulkan bagi warga yang tinggal di ibu kota provinsi di Indonesia masih bisa menyaksikannya di 2 TV ini hanya berupa dokumenter yang sekarang tayang pada pagi buta di wilayah setempat pada Senin - Jum'at. Kalau itu kantornya yang terbakar, kita mungkin bisa menonton Trans TV dan Trans 7 dengan menayangkan acara (perkiraan saya) hiburan dari myTrans.com . Sisanya, acara non-MyTrans.com .

Seingat saya, saya membuka twitter pada waktu itu, disebutkan bahwa siaran TRANS CORP berhenti sejenak karena genset yang kebakaran. Akhirnya sesudah saya sholat Maghrib di rumah, saya baru tahu kalau di Surabaya langsung diisi siaran lokal sesudah Adzan Maghrib dan menonton 2 TV itu bergantian hingga apinya bisa dipadamkan.

Di Surabaya waktu itu juga, TRANS TV di pusat menayangkan promo program berulang - ulang kemudian muncul "Indonesia Raya" yang diputarkan di TRANS TV Surabaya. Sedangkan di TRANS 7 , sesudah tayangan Maghrib, dia menayangkan "Indonesia Raya" dan diisi dokumenter.

Namun pada saat pemadaman api di Jakarta berlangsung , muncul tulisan "Sesaat lagi kita bergabung dengan siaran nasional" ketika selesai siaran lokal dan menampilkan color bar dari Jakarta, kemudian kembali lagi ke siaran lokal hingga api bisa dipadamkan (diselang - seling seperti siaran lokal MNC News , walaupun saya tidak punya prabola).

Sayang banget, pada saat promo program di TRANS TV Surabaya ketika siaran lokal berlangsung (baik pada saat pemadamannya di Jakarta maupun siaran lokal menjelang Subuh) banyak promo program yang rata - rata, sudah ditutup. Sedangkan di TRANS 7 Surabaya, promo program waktu itu memang acara yang sudah tayang di TRANS 7 hingga sekarang ini. Dan mendekati pukul 23:00 WIB, mereka kembali ke siaran nasional secara resmi karena api bisa dipadamkan.

Semoga bermanfaat, Rek!

Sabtu, 31 Agustus 2013

Opini : Membayangkan Jika TRANS TV & TRANS 7 Adalah TV Berita



                                                           Logo Grup Trans Corp (TRANS TV , TRANS 7 , dan detik)


Ini bukan kisah fakta di lapangan. Hanya sekedar opini saja. Kabar ini bukan secara nyata.

CT Corp , (Chairul Tanjung) Corp adalah sebuah perusahaan kecil , tempat tinggal dari TRANS TV , TRANS 7 , dan detik. Kabarnya dalam waktu dekat, CT akan memilih TRANS TV dan TRANS 7 sebagai TV berita pertama yang dipegang oleh CT Corp.

Jika CT ingin benar - benar memilih TRANS TV dan TRANS 7 sebagai TV Berita, kemungkinan semua acara non-berita di 2 TV ini akan dibuang ke sampah. Apalagi beberapa hari yang lalu, Opera Van Java di TRANS 7 sudah berganti tampilannya. Mulai dari studio , set panggung , dsb. Yang sungguh serius jika 2 TV ini adalah TV Berita, wajar acara beritanya harus diperbanyak terus. Tapi, tidak mungkin TRANS TV dan TRANS 7 100% berita semua. Mungkin ada juga entertainment , pengetahuan umum , travel , dan seterusnya.

Saya juga pernah melihat di sebuah blog, ada yang pernah mengatakan "tapi kok baik Trans TV dan Trans7 kurang News-nya? Hanya 2 TV Nasional ini yang gak punya News Ticker, saya berharap kalau Reportase dan Redaksi ganti muka sudah memiliki Newsticker dari Detik seperti halnya pada Kompas (Kompas.com) dan Global TV (Okezone.com).

Tapi yang paling saya harapkan itu dari Trans7 karena News-nya lebih bagus dari Trans TV memiliki review Harian Detik (E-Paper) seperti halnya pada Metro TV (Editorial MI) dan Kompas (Ulas Kompas).
Tapi, Kalau masih gak ada, buat apa beli Detik? Di TV-nya aja terkesan tidak dipakai".

Saya juga setuju dengan usulan itu, walaupun begini, detik harus siap mendirikan detik news di TV FTA (Free To Air) , digital , dan antena terrestial. Dengan alasan seperti itu, detik news bisa membantu TRANS TV , dan TRANS 7 membuat banyak acara berita.

CT Corp harusnya mampu membuat TRANS TV , dan TRANS 7 itu sebagai TV Berita. Dengan memperbanyak acara berita, TRANS TV dan TRANS 7 bisa menampilkan newsticker di semua acara. Apalagi, ketika Reportase di TRANS TV sekarang, sudah muncul newsticker dari detik. Sedangkan ketika Redaksi di TRANS 7 berlangsung, tidak ada newsticker. TRANS 7 memasang newsticker hanya pada saat Quick Count Pemilihan Gubernur saja.

Semoga pada 15 Desember 2013 nanti, TRANS TV dan TRANS 7 saya anggap resmi sebagai TV Berita, tepatnya pada pukul 00:00 WIB di waktu itu. Dan berdoa saja agar detik mendirikan TV Berita pada hari itu juga, dengan nama detik news.


Jumat, 23 Agustus 2013

Acara TV di Indonesia Yang Berbau Kontroversi

Ini merupakan tulisan kedua di blog ini. Sekarang, saya akan membawa informasi tentang acara TV di Indonesia yang berbau kontroversi dan akan dibubarkan oleh KPI / KPID

1. WWF Smackdown (tvOne)
Smackdown adalah sebuah program hiburan gulat yang merupakan bagian dari World Wrestling Entertainment (WWE). Di Amerika Serikat, Smackdown! lazim dikenal dengan nama WWE Friday Night SmackDown!.

Smackdown! adalah acara yang dibuat oleh WWE yang dimaksudkan untuk menandingi acara WCW, Thunder. Tadinya Smackdown! direncanakan sebagai pertunjukan khusus para Divas (para pegulat wanita WWE), namun rencana ini dibatalkan dan Smackdown! menjadi show pelengkap RAW.
Di AS, Smackdown! pertama kali ditayangkan pada tanggal 29 April 1999, saat itu direncanakan sebagai pertunjukan spesial saja. Akan tetapi karena banyaknya penggemar wrestling yang menonton acara ini, Smackdown! akhirnya mendapat jam tayang primetime pada hari Kamis, bersaingan dengan WCW Thunder. Smackdown! sendiri identik dengan warna biru sehingga kerapkali disebut "The Blue Show".
  
 Sayang, pada 2007, Smackdown! tidak lagi ditayangkan di Indonesia setelah terjadi beberapa insiden yang mengakibatkan cedera dan kematian dari beberapa orang anak akibat menirukan gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para atlitnya. Walaupun di dalam acara Smackdown! sendiri telah terdapat peringatan untuk tidak menirukan, dan usaha dari stasiun TV yang bersangkutan sendiri untuk menayangkannya pada jam yang cukup malam (di luar jam tayang acara anak-anak), usaha itu tidak cukup dan Smackdown! kerap menjadi kambing hitam tiap kali insiden kekerasan yang dilakukannya.

Sengaja gambarnya tidak saya ambil. Karena yang dikhawatirkan nanti, ditiru anak - anak lagi dan menjadi korban.

2. Oh Ternyata (Trans TV)


Setelah acara Smackdown tamat di Indonesia, anak - anak sudah memiliki ide menonton sinetron setelah primetime. Oh Ternyata di Trans TV misalnya. Acara ini dikeluhkan masyarakyat di gang saya dan di daerah lain. Karena, sinetron ini menampilkan hal negatif. Seperti, pembunuhan dengan senjata tajam , memukul orang , tawuran sesama manusia , mengusir dan memfitnah orang (seperti seorang pembantu yang kena masalah kecil saja sudah menyalahkan orang hingga ia berjanji tidak mau kembali). Samping itu, anak - anak bisa - bisa menirukan acara ini dengan menyimpan warisan Smackdown.

3. Ninja Hattori (NET. Mediatama TV)






Acara ini disaksikan di NET. Mediatama TV pada pukul 13:30 WIB. Kartun ini termasuk bagian kontroversi karena anak - anak Indonesia yang masih TK atau SD sudah mengenal cinta sekarang. Bahkan kartun ini sering muncul beberapa episode yang mengeluarkan kata cinta (seperti surat cinta , tergila - gila , kawin , dll). Berdasar informasi, karakter yang ada di film ini masih berumur 10 atau 11 tahun (kecuali orang tua). Pernah di episode ini menceritakan tentang kehidupan Yumeko dan Kimimaki (yang masih SD) sesudah nikah. Adalagi yang lain, yang menceritakan Hattori memakan burger beberapa kali dalam seminggu. Hingga ada yang mengatakan "Kamu, tergila-gila dengan burger ya, Hattori?". Mungkin karena waktu yang berjalan terus, akhirnya anak - anak Indonesia sudah menjadi induk kartun dari Jepang ini.

4. Empat Mata (Trans 7)
Acara hiburan komedi ini berganti nama menjadi (Bukan) Empat Mata.  Empat Mata termasuk dalam acara yang memiliki reputasi cukup buruk karena sering mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Teguran pertama diberikan karena acara ini karena menampilkan adegan Sumanto pemakan manusia (2007). Pada tahun 2008 Empat Mata dilarang tayang oleh KPI karena menyuguhkan adegan makan katak hidup-hidup. Tapi kemudian Pihak Trans7 mengakali vonis tersebut dengan mengubah nama program tersebut menjadi Bukan Empat Mata dan tetap menayangkannya. KPI tidak bereaksi terhadap tindakan Trans7 tersebut akan tetapi, acara ini dihimbau agar tidak membicarakan hal-hal yang vulgar, mesum, dan berbau seks.

Semoga acara kontroversi ini segera diurus dengan cepat oleh KPI dalam waktu dekat dan jangan meniru hal hal ini kepada masyarakyat. Terima kasih.